Software Billing Warnet 5 kini bisa di download dari : www.rab.co.id
Membagi akses Internet yang dimiliki server merupakan tema pokok dalam pembuatan Billing Warnet. Kaidah-kaidah network diterapkan di sini dimana firewall menjadi kuncinya.
Ada baiknya kita inventarisir dulu siapa saja pihak terkait:
* Pelanggan, mereka yang menyewa komputer dan bandwidth Internet.
* Kasir, mereka yang menjaga warnet.
* Pemilik warnet, mereka yang mengharapkan kepuasan pelanggan dan kemudahan
melihat laporan keuangan.
* Admin, mereka yang memasang dan men-setting sistem operasi, aplikasi, dan network.
Kita lihat dari sisi pelanggan, apa saja fitur yang mereka butuhkan:
* Tampilan awal yang mudah, tidak perlu memasukkan nama. Umumnya pelanggan
menyukai privasi.
* Total biaya ditampilkan secara periodik.
* Pelanggan dapat chatting dengan kasir, tidak perlu harus daftar ke Yahoo
Messenger dulu. Chatting berguna saat pelanggan tengah kehausan atau kelaparan.
* Pelanggan boleh menggunakan notebook-nya, tanpa perlu setting network yang
berbelit, cukup diset IP dinamik.
Pelanggan berhadapan dengan kasir yang memerlukan kontrol mudah dan lengkap guna memenuhi kebutuhan pelanggannya:
* Ia tahu komputer mana yang kosong sebagai informasi untuk calon pelanggan.
* Bisa memantau komputer mana yang sedang online, yang baru saja selesai, dan
yang sudah berlalu.
* Dapat melihat total biaya dan rincian setiap transaksi.
* Warnet masa kini tidak hanya menyediakan komputer dan bandwidth. Tersedia
layanan cetak, scanning, burn CD/DVD, makanan, serta minuman. Kasir dapat
menambahkannya ke dalam billing agar total biaya otomatis terhitung.
* Saat pelanggan membawa notebook ia cukup memberitahukan mereka agar IP diset
dinamik. Selanjutnya kasir dapat melihat IP mana saja yg belum transaksi.
Kemudian ia membuat transaksi baru untuk IP notebook tersebut agar pelanggan
dapat mengakses Internet.
Bagaimana dengan pemilik warnet ? Pemilik warnet biasanya memiliki perhatian yang tinggi terhadap aspek keuangan, berikut ini harapannya terhadap Billing Warnet:
* Memiliki aspek keamanan yang tinggi, sulit di-hack, bahkan jika pelanggan tahu
persis source code Billing Warnet.
* Dapat melihat laporan keuangan melalui Internet, tanpa harus datang ke lokasi.
masalah komputer, download software, download mp3, trik komputer, masalah virus, mengenai virus.
21 June 2008
20 June 2008
Tampilkan Versi Windows Pada Desktop
Selama ini untuk mengetahui versi Windows yang digunakan, Anda harus mengakses [Properties] pada icon [My Computer]. Langkah ini harus dilakukan setiap kali Anda ingin melihatnya lagi atau orang lain ingin mengetahui versi Windows yang digunakan. Kalau kondisinya seperti ini, mengapa tidak Anda tampilkan saja versi Windows Anda di desktop?
Untuk melakukan ini, Anda harus melakukan sedikit modifikasi di Registry Windows. Berikut adalah cara yang harus Anda lakukan:
1. Jalankan Registry Editor.
2. Pada jendela Registry Editor yang muncul, masuklah ke HKEY_CURRENT_USER-Control Panel-Desktop.
3. Pada folder Desktop pilih file bernama PaintDesktopVersion, kemudian klik kanan lalu pilih [Modify] atau double klik pada file tersebut.
4. Ubahlah nilai Value data dari 0 menjadi 1.
5. Kemudian klik tombol [OK], tutup Registry Editor, dan restart komputer Anda untuk melihat hasilnya.
Setelah komputer Anda di-restart, akan muncul versi Windows yang Anda gunakan di pojok kanan bawah layar monitor Anda. Letaknya tepat di atas system tray.
Untuk melakukan ini, Anda harus melakukan sedikit modifikasi di Registry Windows. Berikut adalah cara yang harus Anda lakukan:
1. Jalankan Registry Editor.
2. Pada jendela Registry Editor yang muncul, masuklah ke HKEY_CURRENT_USER-Control Panel-Desktop.
3. Pada folder Desktop pilih file bernama PaintDesktopVersion, kemudian klik kanan lalu pilih [Modify] atau double klik pada file tersebut.
4. Ubahlah nilai Value data dari 0 menjadi 1.
5. Kemudian klik tombol [OK], tutup Registry Editor, dan restart komputer Anda untuk melihat hasilnya.
Setelah komputer Anda di-restart, akan muncul versi Windows yang Anda gunakan di pojok kanan bawah layar monitor Anda. Letaknya tepat di atas system tray.
Boot Windows Tanpa Load Start-up
tidak tahu cara menjalankan program ketika Windows aktif? Dengan memberikan alamat atau path program yang ingin dijalankan pada HKEY_LOCAL_MACHINE-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Run atau HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows NT-CurrentVersion-Windows-Run. Semua program yang alamatnya tercantum di sana akan dieksekusi setiap kali Windows diaktifkan.
Bukan hanya itu, Windows juga memiliki opsi RunOncedi bawah HKEY_CURRENT_USER maupun HKEY_LOCAL_MACHINE. Semua daftar aplikasi yang ada di sini hanya akan dieksekusi satu kali saat Windows di-restart.
Program-program di situ bisa menyebabkan waktu aktif Windows lebih panjang. Tapi, menghapus seluruh program di situ juga bukan solusi yang baik.Sebabnya, Anda akan kerepotan saat memerlukan startup Windows dengan program start-up yang lengkap.
Solusi yang terbaik adalah menggunakan Group Policy. Anda dapat dengan mudah mengaktifkan dan menonaktifkan daftar run sesuai dengan kebutuhan hanya dengan beberapa langkah ini.
1. Jalankan Group Policy Editor dengan mengklik [Start] > [Run...], ketik “gpedit.msc” pada kotak teks Run, lalu tekan [Enter].
2. Pada bagian kiri jendela Group Policy masuklah ke folder Local Computer Policy-Computer Configuration-Administrative Templates-System-Logon.
3. Carilah [Do not process the legacy run list] yang terdapat di bagian Setting.
4. Klik dua kali pada opsi tersebut.
5. Pada jendela Properties yang muncul terdapat tiga opsi, [Not Configured], [Enabled] dan [Disabled]. Jika Anda memilih [Enabled] maka seluruh daftar Run yang terdapat di registri akan diabaikan. Sedangkan jika Anda memilih [Not Configured] atau [Disabled], sub key Run akan dieksekusi tiap kali Windows start.
6. Jika Anda telah menentukan pilihan, klik [OK].
7. Sekarang carilah [Do not process the run once list], kemudian klik dua kali di situ. Atur radio button ke [Enabled].
8. Klik [OK] lalu tutup jendela Group Policy Editor.
Bukan hanya itu, Windows juga memiliki opsi RunOncedi bawah HKEY_CURRENT_USER maupun HKEY_LOCAL_MACHINE. Semua daftar aplikasi yang ada di sini hanya akan dieksekusi satu kali saat Windows di-restart.
Program-program di situ bisa menyebabkan waktu aktif Windows lebih panjang. Tapi, menghapus seluruh program di situ juga bukan solusi yang baik.Sebabnya, Anda akan kerepotan saat memerlukan startup Windows dengan program start-up yang lengkap.
Solusi yang terbaik adalah menggunakan Group Policy. Anda dapat dengan mudah mengaktifkan dan menonaktifkan daftar run sesuai dengan kebutuhan hanya dengan beberapa langkah ini.
1. Jalankan Group Policy Editor dengan mengklik [Start] > [Run...], ketik “gpedit.msc” pada kotak teks Run, lalu tekan [Enter].
2. Pada bagian kiri jendela Group Policy masuklah ke folder Local Computer Policy-Computer Configuration-Administrative Templates-System-Logon.
3. Carilah [Do not process the legacy run list] yang terdapat di bagian Setting.
4. Klik dua kali pada opsi tersebut.
5. Pada jendela Properties yang muncul terdapat tiga opsi, [Not Configured], [Enabled] dan [Disabled]. Jika Anda memilih [Enabled] maka seluruh daftar Run yang terdapat di registri akan diabaikan. Sedangkan jika Anda memilih [Not Configured] atau [Disabled], sub key Run akan dieksekusi tiap kali Windows start.
6. Jika Anda telah menentukan pilihan, klik [OK].
7. Sekarang carilah [Do not process the run once list], kemudian klik dua kali di situ. Atur radio button ke [Enabled].
8. Klik [OK] lalu tutup jendela Group Policy Editor.
Subscribe to:
Posts (Atom)